BBM Naik, PKS Prediksi Inflasi Lampung Lebih Tinggi Dari Inflasi Nasional

0
616

BANDAR LAMPUNG – Ketua Fraksi PKS DPRD Lampung, Ade Utami Ibnu melalui sambungan telefon menyatakan keberatannya akan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Rp. 2000 per liternya menjadi Rp. 8500 untuk Premium dan Rp. 7500 untuk BBM jenis solar, Senin malam (17/11).

Ade menuturkan sudah jauh-jauh hari dirinya mengingatkan akan adanya potensi inflasi akumulatif di Sumatera khususnya di Lampung sebagai imbas kenaikan harga BBM. Ketua Bappilu PKS Lampung ini juga menjelaskan potensi inflasi akumulatif berasal dari rangkaian kenaikan harga produk maupun kenaikan tarif jasa pelayanan sepanjang September yang lalu dan puncaknya kenaikan harga BBM semalam.

“Sejak September awal kita merasakan kenaikan tarif dasar listrik, dilanjutkan per 10 September dengan kenaikan harga elpiji tabung 12 kg sebesar 18 ribu pertabung, dan lima hari berikutnya atau 15 September tarif penyeberangan Pelabuhan Bakauheni – Merak naik sebesar 12 s.d 15 persen, dan puncaknya semalam dengan kenaikan harga BBM sebesar 30 persen atau naik 2 ribu rupiah,” jelas Ade.

Alumnus Ekonomi Unila ini menambahkan jika rangkaian kenaikan harga produk dan tarif tersebut diprediksi akan berdampak pada inflasi akumulatif di Pulau Sumatera khususnya Lampung. “Mungkin saja karena inflasi akumulatif,  tingkat inflasi di Sumatera khususnya di Lampung akan lebih tinggi dibanding rata-rata inflasi nasional,” tambah Ade. “Saya mendapat informasi pelajar yang naik bus dari Tanggamus ke Pringsewu. Biasanya ia membayar ongkos 3 ribu untuk jenis bus non AC, kini ia harus membayar 5 ribu, dan yang AC biasanya 5 ribu kini menjadi 10 ribu,” kata Ade lagi.

Disamping alasan prediksi inflasi akumulatif sebagai alasan keberatan kenaikan harga BBM, Ade menjelaskan bahwa keberatannya dilatarbelakangi juga oleh sikap partai secara umum yang dimanifestasikan melalui sikap Fraksi PKS DPR RI. []

LEAVE A REPLY