PKS: Alasan Pembatalan Proyek Jembatan Selat Sunda Mengada-Ada

0
430

Alasan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla membatalkan megaproyek Jembatan Selat Sunda (JSS) dianggap anggota Komisi V DPR RI Abdul Hakim mengada-ada.

“Saya sangat menyesalkan jika Presiden Jokowi tidak melanjutkan program yang sudah ditunggu-tunggu masyarakat tersebut,” ujar wakil rakyat dari dapil Lampung ini. 


Menurut Hakim, inisiasi pembangunan JSS pada pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono sesungguhnya memiliki alasan yang cukup kuat. “Pembangunan JSS adalah untuk mempercepat mobilitas barang serta jasa dari dan ke Jawa dan Sumatra, yang muaranya mempercepat stimulasi pertumbuhan ekonomi,” ujar Sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) DPR RI ini.

“Kita harus punya perencanaan jangka panjang yang sustainable. Jangan ganti pemerintahan, ganti juga programnya,” sesal Hakim. Menurut Hakim aneh jika kekuatiran makin munculnya ketimpangan antara pertumbuhan ekonomi Jawa dan Sumatera menjadi alasan batalnya JSS.

“Justru JSS kan bagian dari pembangunan tol Trans Sumatera yang akan menghubungkan dengan tol Merak sampai Surabaya bahkan jangka panjangnya akan tersambung dengan Trans Asia melalui Singapura dan Malaysia,” cetus Hakim. Menurut Hakim, timpangnya pembangunan Jawa dengan wilayah-wilayah lain termasuk Sumatera justru karena selama ini infrastruktur Sumatera selalu terpinggirkan dalam alokasi APBN. Terbukti pada APBN 2014 alokasi infrastruktur Sumatera Rp 55 triliun, sangat timpang dibandingkan alokasi infrastruktur Jawa yang sebesar Rp 217 triliun.

“Membatalkan JSS karena alasan kemaritiman juga mengada-ada. Sudah jelas lalu lintas Jawa Sumatera akan lebih lancar dengan jembatan yang nantinya juga menyertakan jalur kereta,” cetus Hakim.

Hakim berharap kedatangan Presiden Jokowi ke Lampung esok (hari ini, red.) bisa membuka pandangan Presiden tentang timpangnya pembangunan infrastruktur di Pulau Sumatera khususnya Lampung. []

LEAVE A REPLY