Listrik Sering Padam, Sudah Saatnya Optimalkan Energi Panas Bumi

0
750

images

BANDARLAMPUNG, —  Masyarakat Lampung sudah terbiasa dengan pemadaman listrik bergilir. Justeru akan heran jika dalam beberapa hari listrik tidak padam.

Nyaris dalam setahun hanya beberapa bulan saja aman dari gangguan listrik, sisanya kita akan merasakan terang redup begitu seterusnya.

Agus Halhasewi Manager Deputi Pengendalian Operasi PLN Distribusi Wilayah Lampung menjelaskan Lampung mengalami devisit energi listrik.

Sejumlah pembangkit yang ada tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan konsumen di Lampung.

“Setiap tiga bulan sekali secara bergiliran sistem operasi pembangkit harus keluar dalam rangka pemeliharaan rutin,” kata Agus.

Jika pemeliharaan itu tidak dilakukan, maka akan berdampak kerusakan yang parah pada sistem pembangkit tersebut.

Idealnya setiap setiap satu pembangkit keluar dari sistem operasi, cadangan pembangkit lainnya digerakkan.

Tapi sayangnya saat ini, pembangkit yang ada saja masih belum mencukupi memenuhi pasokan energi konsumen. Apalagi jika ada sampai ada kerusakan atau pemeliharaan.

“Kami tidak bisa memaksakan kerja sistem pembangkit, kami mohon maaf jika pemadaman yang sering terjadi pengganggu kenyamanan pelanggan,” tutur Agus.

Sementara itu Anggota Fraksi PKS Lampung Murdiansyah Mulkan menjelaskan bahwa kondisi listrik yang “byarpet”.

“Krisis listrik yang sangat rawan belum mencapai posisi “siaga” artinya dalam kondisi biasa saja kekurangan pasokan listrik apalagi bila terjadi gangguan,” kata dia.

Sudah saatnya Pemerintah Provinsi Lampung mengoptimalkan potensi energi terbarukan yang tersedia di sini.

Potensi panas bumi di Lampung mencapai 2.900 MW yang tersebar di 13 titik. Potensi panas bumi itu berada di Kabupaten Tanggamus,Lampung Selatan, Lampung Barat, Pesawaran dan Waykanan.

Energi panas bumi di Lampung yang sudah termanfaatkan baru berada di titik Ulubelu Kabupaten Tanggamus dengan kekuatan 50 x 200 MW.

Kemudian pada titik Gunung Rajabasa oleh PT Supreme Energy dalam proses pembangunan proyek.

“Sebenarnya potensi lokal sumber energi panas bumi yang ada bisa dioptimalkan semuanya. Namun hal ini butuh keseriusan dan profesional dalam menanganinya,” kata Murdiansyah.

Dia juga menegaskan, sudah waktunya energi yang digunakan berbasis ramah lingkungan. Seperti Energi dari bahan baku batubara sudah waktunya perlahan ditinggalkan demi masa depan.()

LEAVE A REPLY