JUNAIDI: PANCASILA HARUS JADI PEREKAT, BUKAN PEMECAHBELAH

0
2093

IMG-20170531-WA0028

MESUJI – Anggota DPR/MPR RI Ahmad Junaidi Auly mengemukakan bahwa peringatan Hari Pancasila 1 Juni 2017 lalu harus jadi momentum rekonsiliasi bangsa, bukan justru diimplementasikan dengan tindakan-tindakan yang kian memecah belah bangsa.

“Standar ganda dalam hukum, tebang pilih memberi ancaman pidana persekusi, tegas pada yang beda paham politik namun toleran pada pelaku yang sejawat, apa begitu yang diajarkan Pancasila?” tanya anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) ini retoris.

Pada Sosialisasi Empat Pilar Berbangsa di Simpang Pematang, Mesuji (5/06/2017) legislator dari daerah pemilihan Lampung ini mempertanyakan niat baik pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk melakukan rekonsiliasi terutama pasca isu sektarianisme yang menguat saat pilkada beberapa waktu lalu.

“Negara kita saat ini butuh banyak pesan rekonsiliatif yang bisa menyatukan kembali tunggal ika kita sebagai bangsa, bukan justru mempertegas demarkasi dengan rakyat dan menguatkan kecurigaan bahwa pemerintah tidak adil,” lanjut anggota Badan Legislasi dan Komisi XI DPR RI ini.

Momen Hari Pancasila, sambung pria yang akrab disapa Bang Jun ini, seharusnya berperan strategis merajut kembali ‘Bhinneka Tunggal Ika’ yang rasanya kian tercerai berai.

“Kita tidak perlu mencari kambing hitam karena yang penting adalah upaya terus menerus melakukan perbaikan. Kami mengapresiasi upaya mengampanyekan kembali kecintaan pada NKRI dan implementasi nilai-nilai Pancasila,” lanjut Junaidi.

Oleh karena itu, menurut Junaidi, konkritnya perlu dilakukan program pemerintah terkait penguatan kembali nilai-nilai Pancasila agar semua warga negara memahami peran dan posisinya di negeri ini. “Tidak usah lagi menunjuk-nujuk siapa yang toleran dan intoleran. Yang berseberangan justru harus dirangkul. Hukum harus jadi panglima, jangan pilih kasih,” pungkas alumnus IPB ini. ▪️

LEAVE A REPLY