Fraksi PKS DPRD Lampung Kedatangan Aktivis Mahasiswa Kristen

0
36

BANDAR LAMPUNG (19/11) — Dalam rangka berdialog dan mengundang Presiden Partai Keadilan Sejahtera pada agenda Dialog Kebangsaan pada 19 Desember mendatang, 7 (tujuh) Pengurus Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Kota Bandar Lampung yang dipimpin Ranto Pasaribu berkunjung ke Ruang Fraksi PKS DPRD Lampung, Selama (19/11).

Ditemui Wakil Ketua Fraksi PKS yang juga Sekretaris Umum PKS Lampung, Ade Utami Ibnu, mereka mengutarakan tentang pentingnya dialog kebangsaan untuk mencari banyak persamaan dalam menuntaskan berbagai persoalan kebangsaan di Indonesia. “Kami meminta Bang Ade menjadi Steering Committee dalam agenda Dialog Kebangsaan pada 19 Desember mendatang, dan berharap Presiden PKS, Bapak Sohibul Iman bisa menjadi salah satu narasumber acara tersebut” harap Ranto.

Menurutnya ini penting, mengingat PKS sebagai partai Islam yang kerap mendapatkan sorotan terkait stigma kebangsaan. “Ini menjadi momen penting untuk menjelaskan kepada masyarakat bahwa PKS dan anggota-anggota PKS adalah anak bangsa yang mencintai NKRI,” ungkap Ranto

Dia juga menjelaskan jika selama ini, disebagian masyarakat, khususnya di Umat Nasrani keliru memahami PKS. “Sebagian dari kami berpandangan keliru tentang PKS, stigma PKS sebagai partai Islam dianggap merupakan partai radikal, jauh dari sifat nasionalis. Makanya kami hadir di Fraksi PKS untuk berdialog dan studi banding,” jelas Ranto

Menurut dia, pemahaman yang keliru karena belum berdialog, dan ada informasi yang salah mengakibatkan persepsi yang salah. “Setelah bertemu, ngobrol kan jadi faham bagaimana PKS,” kata Ranto.

Sementara Ade Utami Ibnu menjelaskan jika stigma yang keliru tentang PKS menjadi cambukan untuk menjelaskan kepada masyarakat. “PKS siap mengikuti dialog kebangsaan. Karena pada dasarnya PKS ini lahir dari rahim Bangsa Indonesia dan pasti mencintai NKRI,” kata jelas Ade.

Persoalan kebangsaan diantaranya persoalan ekonomi, kemiskinan dan radikalisme. Ini merupakan musuh bersama bangsa Indonesia. “Menuntaskan berbagai persoalan bangsa tidak bisa dilakukan sendiri, kita harus bergandengan tangan, bersatu dan jangan mau dipecah belah” tegas Ade.

Sikap radikalisme menurut Ade juga adalah musuh bersama apalagi jika sampai ingin merubah bentuk negara. “Pendiri bangsa kita sudah final memutuskan jika kita berada di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kalau ingin merubah bentuk negara, terus mau kemana lagi? dan sikap ingin merubah negara adalah sikap yang radikal dan merupakan musuh bersama,” ungkap Sekretaris Umum PKS Lampung.

Ade juga mengungkapkan tentang usul kembalinya Republik Indonesia Serikat kedalam Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan usul dari Muhammad Natsir, Ketua Partai Masyumi, Partai Islam tahun 1950. “Konferensi Meja Bundar tahun 1949 yang menciptakan Republik Indonesia Serikat, kemudian pada tahun 1950 di depan Parlemen, Mohammad Natsir menyampaikan Mosi Integral, tentang pentingnya RIS kembali ke Negara Kesatuan,” ungkap Ade. Menurutnya, fakta sejarah ini sangat penting untuk diketahui masyarakat, bahwa Partai Islam kala itu justru yang menyampaikan Mosi Integral, kembalinya RIS ke Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Bahwa kita semua masing-masing tentu punya andil dan kontribusi dalam membangun Bangsa ini. Baik Islam, Nasrani dan juga umat-umat lainnya. Kita harus mengakui itu. Contohnya, nama jalan kantor DPRD Lampung dan Gubernur adalah Jalan WR Monginsidi. Siapa beliau? ya beliau pahlawan nasional dari agama Nasrani. Ini harus diakui,”tutur Ketua KAMMI Lampung pertama.

Setelah berdialog panjang dan penuh kehangatan tersebut, 7 (tujuh) orang Pengurus GMKI yang terdiri dari Ranto Pasaribu, Dewi Martha Lena, Candra Taripan Silaban, berkat Parulian Nainggolan, Wendepi Maya Pasaribu, dan Saut Stevanus, berswafoto dengan Ade Utami Ibnu di depan backdrop Fraksi PKS. (*)

LEAVE A REPLY