Hari Ibu, Mufida: Kaum Ibu Harus Lebih Dilindungi di Masa Pandemi Covid-19

0
482
Ketua BPKK DPP PKS Kurniasih Mufidayati menyapa kaum ibu di bilangan Jakarta Selatan untuk berbagi dan sosialisasi gerakan PKS Peduli Ibu Sehat (Donny/PKSFoto)

 

Jakarta — Peringatan Hari Ibu 22 Desember 2020 dalam situasi pandemi harus jadi pengingat adanya kebijakan yang melindungi kaum ibu dari bahaya Covid-19.

Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga DPP PKS Kurniasih Mufidayati mengungkapkan, kasus kematian akibat covid-19 pada kelompok perempuan di Indonesia menunjukkan proporsi yang lebih tinggi yaitu 57,7 persen dibanding laki-laki yang 43,3 persen.

Melalui data, Mufida juga menyebut kelompok usia produktif 19-45 tahun menjadi yang paling banyak terkena serangan virus SARS-Cov-2 ini yaitu usia 19-30 tahun sebenyak 24,7% dan usia 31-45 tahun sebanyak 30,4%.

“Disadari atau tidak, kelompok perempuan dewasa (ibu-ibu) menjadi kelompok yang paling rentan terpapar covid-19 dan juga dengan risiko kematian yang tinggi. Banyak pintu bagi potensi tertularnya ibu dalam pandemi covid-19 ini,” papar Anggota Komisi IX DPR RI ini dalam Webinar Hari Ibu yang digelar DPP PKS, Selasa (22/12/2020)

Mufida menambahkan, ibu bisa tertular dari suami maupun anak remajanya yang bekerja atau beraktivitas di luar meskipun ibu tetap di rumah saja. Sudah cukup banyak kasus penularan dengan pola ini yang menyebabkan terjadinya klaster keluarga.

Ibu bekerja juga berpotensi terpapar di tempat bekerja atau dalam perjalanan bekerja seperti yang juga banyak terjadi. Ibu juga bisa terpapar covid-19 saat ke pasar atau berbelanja keluar memenuhi kebutuhan rumah tangga.

“Padahal dilema terbesar bagi ibu apalagi yang memiliki balita adalah ketika dirinya terpapar covid-19, sulit untuk melakukan isolasi terkendali di tempat isolasi khusus atau di rumah sakit karena harus memberikan perhatian juga kepada balitanya. Sehingga cenderung memlih isolasi mandiri di rumah,” terang Mufida.

Sebab itu, papar dia, Satgas Penanganan Covid-19 harus memberikan perhatian secara khusus pada penanganan Pandemi Covid-19 terutama pada kaum ibu dan anak.

“Bahaya yang mengancam ibu dan anak bukan hanya Covid-19. Angka kematian ibu dan anak di beberapa kabupaten/kota mengalami peningkatan saat pandemi ini. Refleksi Hari Ibu harus melahirkan tata laksana khusus penanganan kesehatan terutama Covid-19 pada ibu dan anak,” ungkap Mufida.

Mufida menyebut pada peringatan Hari Ibu 2020, DPP PKS meluncurkan Gerakan Nasional PKS Peduli Ibu Sehat. Pasalnya, sehatnya ibu bisa memengaruhi kokohnya keluarga dan pada akhirnya membuat masyarakat kuat.

“Kalau sosok ibu di keluarga kesehatannya terganggu, stabilitas keluarga juga sedikit banyak akan terganggu. Apalagi misalnya seorang ibu terpapar Covid-19. Ada banyak hal kompleks yang akan menjadi persoalan turunan baik bagi keluarga maupun lingkungan sekitar. Sebab itulah PKS hadir dengan gerakan PKS Peduli Ibu Sehat,” ujar Mufida.

LEAVE A REPLY