Kejutan, Juara Lomba Kitab Kuning PKS, Santri Perempuan

0
154

Bandarlampung – Sejak 2016 hingga 2021 ini, Fraksi PKS bersama struktur PKS ditingkat Wilayah dan Kabupaten/Kota se Lampung telah menggelar agenda Lomba Baca Kitab Kuning (LBKK) ke V, Fathul Muin. Agenda lomba tersebut telah digelar secara bertingkat. Dimulai dari penyisihan di tingkat Kabupaten/Kota, kemudian pada Sabtu ( 27/11) lalu di tingkat Provinsi dan puncaknya pada 8 Desember mendatang.

Menariknya, sejak pelaksanaan LBKK V pertama ditahun 2016, hingga tahun 2020 yang lalu, tak satupun pernah mengantarkan santri perempuan atau santriwati sebagai juara. Bahkan tahun 2020, satu-satunya santriwati sebagai peserta, tak juga berhasil meraih juara.

Namun kali ini berbeda. Dari 23 peserta Lomba Baca Kitab Fathul Muin, hasil penyisihan tingkat Kabupaten/Kota se Lampung dan dihadiri oleh 21 peserta pada hari pelaksanaan, berhasil mengantarkan santriwati-santriwati sebagai peringat 3 (tiga) teratas. Baik peringkat 1, 2 maupun peringkat 3.

Menurut Ketua Fraksi PKS DPRD Lampung, Ade Utami Ibnu, bahwa ia sangat surprise, terkejut namun bahagia, jika 3 santriwati yang merupakan utusan Bandar Lampung, Tulang Bawang Barat dan Pringsewu menjadi juara pada LBKK tingkat Provinsi Lampung pada Sabtu (27/11).

“Tiga dewan juri yang menilai penampilan masing-masing peserta tentu begitu objektif dan tak perlu diragukan kapasitasnya telah menghadirkan kejutan namun membahagiakan, yakni munculnya santriwati berprestasi dalam Lomba Baca Kitab Fathul Muin,”ungkap Ade.

Dia menuturkan bahwa tiga juri yang tak perlu diragukan kapasitasnya adalah Kyai Doktor Amirudin, Ketua MUI Kota Bandar Lampung, lalu Ustadz Ahmad Mufti Salim, Ketua PKS Lampung yang pernah nyantri di Krapyak serta Kyai Subni Asghari Pengasuh Ponpes Fattahul Mubin.

“Dengan 4 kriteria penilaian, diantaranya adalah ketepatan membaca sesuai kaidah Nahwu dan Shorof, pemahaman dan penguasaan teks yang dibaca, kelancaran dalam membaca, serta adab dan etika penampilan, melahirkan sejarah bahwa Provinsi Lampung mengirimkan wakilnya di tingkat Nasional yakni Nurul Lathifah dari Ponpes Al Hikmah Bandar Lampung. Ini patut disyukuri,” tutur pegiat Literasi Lampung yang juga founder Mobil Baca Ade.

Sementara, Doktor Amirudin yang bertindak sebagai Ketua Dewan Juri, mengatakan bahwa apapun hasil yang yang telah diputuskan, karena ini dilakukan secara objektif, mohon diterima dengan sepenuh hati. Sedangkan bagi yang belum masuk nominasi, masih ada kesempatan di tahun-tahun mendatang.

“PKS, melalui Lomba Baca Kitab Kuning, memediasi dan memberikan fasilitas kepada para santri untuk tetap bisa meningkatkan kualitas baca kitab kuning kita. Artinya selama kita belajar di Pesantren, diuji disini, di kegiatan Lomba Baca Kitab Fathul Muin di DPW PKS Provinsi Lampung,” kata Ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia) Kota Bandar Lampung.

Sedangkan Nurul Lathifah, peraih juara 1 Lomba Baca Kitab Kuning V (Lima), Fathul Muin tahun 2021, dengan rona kebahagiaannya mengungkapkan bahwa ia menghargai sekali peran PKS yang mengadakan Lomba Baca Kitab Kuning, yang kini telah banyak ditinggalkan oleh anak-anak muda.

“Fadhal (anugerah) dari Allah SWT ini sebagai juara I Lomba Baca Kitab Kuning, sangat menghargai sekali peran PKS yang mengadakan Lomba Baca Kitab Kuning, yang notabenenya telah banyak ditinggalkan anak-anak muda. Sedangkan ilmu agama sangat perlu terus diperdalam,” ungkap Santriwati Ponpes Al Hikmah, Bandar Lampung.

“Ilmu agama banyaknya ada di kitab-kitab klasik ulama terdahulu,”ungkap dia lagi. Diapun berharap bahwa kedepan PKS selalu mengadakan perlombaan baca kitab dengan tambahan ada cabang kitab lain selain Kitab Fathul Muin. “Sayapun berharap sekali agar ada perlombaan baca kitab cabang kitab lain selain Fathul Muin di lain kesempatan, agar santri-santri Lampung semakin bersemangat belajar Kitab Kuning,” pungkas Nurul Lathifah.(*)

LEAVE A REPLY