Ketua Fraksi PKS Lampung Dorong Diselesaikannya Gedung Perpustakaan Provinsi

0
129

Bandar Lampung – Para relawan literasi dari 15 kabupaten/kota berkumpul dan berdiskusi terkait isu akan alih fungsi Perpustakaan termegah di Provinsi Lampung. Kegiatan terlaksana di Warung Ayam geprek reyhan sukarame pada hari Sabtu (13/03) dan dihadiri oleh puluhan peserta relawan literasi perwakilan dari 15 kabupaten dan kota.

Hadir pula pada pertemuan itu Anggota DPRD Provinsi Lampung Ade Utami Ibnu yang juga sebagai salah satu anggota dari Relawan Literasi, dalam sambutannya ade menyampaikan bahwa komunitas literasi ini bergerak mandiri dengan semangat mengabdi untuk membuka ruang-ruang belajar dan membaca di pelosok-pelosok desa.

berkarya. Bergerak dengan membuka rumah pustaka, rumah baca, ontel pustaka, motor pustaka, perahu pustaka. Mengajak anak-anak dan warga untuk membaca, menulis dan juga berkarya.

Diskusi literasi yang mengusung tema “Bergerak Bersama Mewujudkan Lampung sebagai Provinsi Literasi yang seluruhnya adalah pegiat relawan literasi di 15 kabupaten kota se Provinsi Lampung sangat mendukung hadirnya gedung perpustakaan modern, dan siap mewujudkan lampung sebagai provinsi literasi ujar salah satu peserta Gunawan Handoko.

Semangat mereka tak pernah padam bahkan terus membara. Isu alih fungsi gedung baru perpustakaan membuat mereka prihatin dan kecewa. Karenanya mereka berkumpul untuk menyatakan mendukung diselesaikannya segera gedung perpustakaan provinsi yang megah, modern dan membanggakan rakyatnya. Tujuan mereka sangat mulia yaitu menjadikan Provinsi Lampung sebagai Provinsi Literasi dan bisa setara dengan provinsi literasi dunia lainnya. Pertemuan sore tadi terbilang dadakan, tapi seru dan bermakna. Ujar Ade Utami Ibnu.

Sebelumnya, sempat mencuat bahwa akan terjadi alih fungsi Perpusatakaan menjadi mal. Sehingga ade utami langsung bertemu dengan sekretaris daerah untuk mengklarifikasi bahwa perpustakaan daerah akan tetap pada fungsi awal yaitu menjadi perpustakaan bukan menjadi alih fungsi lain apalagi menjadi mal.

LEAVE A REPLY